Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Pada Hari Tahun Baru 1958, empat pemikir terkemuka menerbitkan 'Manifesto untuk Kaum Cendekiawan Sedunia tentang Kebudayaan Tiongkok'. Mereka membuktikan bahwa Konfusianisme memiliki nilai universal yang selaras dengan demokrasi, hak asasi manusia, dan sains modern, sekaligus memiliki kedalaman metafisika hati dan budi (Xin Xing) yang dapat mengobati kehampaan spiritual peradaban materialistis modern.
Dipopulerkan lebih lanjut oleh generasi ketiga di Harvard seperti Profesor Tu Weiming, yang menggagas 'Dialog Peradaban'.
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Legitimasi filosofis global Konfusianisme di abad modern sebagai etika kewargaan dunia dan suara moral perdamaian internasional.