Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Voltaire memajang potret Nabi Kongzi di ruang kerjanya dan menulis: 'Saya telah membaca kitab-kitab Confucius dengan khidmat... ia mengajarkan kebajikan murni tanpa takhayul dan ancaman neraka.' Sementara itu, François Quesnay (bapak aliran Fisiokrat) bahkan dijuluki 'Confucius dari Eropa' karena advokasinya terhadap keadilan agraris dan hukum alam.
Karya Voltaire 'Essai sur les mœurs' (1756) memuji meritokrasi Tiongkok berbasis ujian kebajikan sebagai sistem paling rasional di muka bumi.
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Konfusianisme menjadi salah satu katalis intelektual paling berpengaruh dalam membentuk gagasan negara sekuler, rasionalisme, dan hak asasi manusia di Eropa modern.