Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Pasca-kemerdekaan Republik Indonesia, para tokoh Khonghucu dari seluruh pelosok tanah air menyadari perlunya lembaga keagamaan nasional yang berdaulat dan berasaskan Pancasila. Pada kongres 1955 di Surakarta, didirikanlah wadah musyawarah nasional yang kemudian diresmikan menjadi Majelis Tertinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN). Tokoh-tokoh terkemuka seperti Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat dan para rohaniwan sepuh turut memberikan dukungan moral yang besar.
MATAKIN bertugas membina rohaniwan (Xueshi, Wenshi, Jiaoshi), menerbitkan kitab suci kanonik beranotasi bahasa Indonesia, dan mengayomi ratusan Makin di seluruh provinsi.
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Tonggak berdirinya otoritas keagamaan tertinggi yang mandiri, resmi, dan berjiwa kebangsaan Indonesia murni bagi umat Khonghucu.