Agama Khonghucu di Indonesia / Nusantara Jurnalistik & Penerjemahan Kitab Suci 1903 M 📍 Surakarta (Solo, Jawa Tengah)

Penerbitan Berkala Filsafat Moral 'Loen Gie' oleh Tan Ging Tiong di Surakarta (1903 M)

Majalah berkala pertama di Hindia Belanda yang secara khusus memuat terjemahan bersambung Kitab Lunyu dan ulasan etika moral Konfusianis ke dalam bahasa Melayu.

Penerbitan Berkala Filsafat Moral 'Loen Gie' oleh Tan Ging Tiong di Surakarta (1903 M)
Majalah Loen Gie Surakarta 1903: Berkala Filsafat dan Moral Khonghucu Pertama di Nusantara
“

君子以文会友,以友辅仁。 (Junzi yi wen hui you, yi you fu ren)

— Kitab Lunyu (论语) XII:24

Latar Belakang & Kronologi Sejarah

Di kota budaya Surakarta (Solo), cendekiawan Tan Ging Tiong bersama perkumpulan Boen Bio menerbitkan berkala bulanan bernama 'Loen Gie' (Lunyu). Terbitan ini menerjemahkan ayat demi ayat Sabda Suci Nabi Kongzi ke dalam bahasa Melayu beraksara Latin dengan penjelasan kontekstual kehidupan sehari-hari di Jawa. Media ini menjadi wadah dialog intelektual mengenai keadilan sosial, budi pekerti, dan peranan agama dalam memajukan peradaban bumiputra.

Inisiatif ini menginspirasi penerbitan buku terjemahan lengkap Kitab Suci Empat Kitab (Si Shu) berbahasa Melayu di berbagai kota di Jawa.

Signifikansi Spiritual & Dampak Global

Lahirnya jurnalisme keagamaan Khonghucu pertama di Nusantara, yang membumikan teks-teks sakral ke dalam bahasa pergaulan masyarakat luas.