Agama Khonghucu di Indonesia / Nusantara Kesusastraan & Penerbitan Melayu Tionghoa 1897 M 📍 Batavia (Jakarta, Indonesia)

Lie Kim Hok Menerbitkan Buku Biografi Nabi Kongzi Berbahasa Melayu Rendah Pertama (1897 M)

Tokoh pers dan sastrawan besar Lie Kim Hok (dijuluki 'Bapak Melayu Tionghoa') menerbitkan 'Hikajat Khonghoetjoe', tonggak awal literatur Konfusianisme berbahasa pribumi di Nusantara.

Lie Kim Hok Menerbitkan Buku Biografi Nabi Kongzi Berbahasa Melayu Rendah Pertama (1897 M)
Lie Kim Hok (1853–1912): 'Bapak Melayu Tionghoa' Penulis Buku Pertama Riwayat Nabi Kongzi dalam Bahasa Melayu
“

言忠信,行笃敬,虽蛮貊之邦,行矣。 (Yan zhong xin, xing du jing, sui manmo zhi bang, xing yi)

— Kitab Lunyu (论语) XV:6

Latar Belakang & Kronologi Sejarah

Pada tahun 1897, Lie Kim Hok menerbitkan mahakaryanya berjudul: 'Hikajat Khonghoetjoe: Ditjeritaken Dari Tjatetan-Tjatetan Kuno' di Batavia. Buku ini merupakan biografi lengkap pertama Nabi Kongzi yang ditulis dalam bahasa Melayu Pasar (lingua franca Nusantara saat itu). Karya ini membangkitkan kesadaran luas masyarakat Hindia Belanda akan kedalaman moralitas Khonghucu dan menginspirasi lahirnya gerakan kebangkitan pendidikan modern.

Buku ini dicetak ulang berkali-kali dan dibaca luas oleh berbagai kalangan terpelajar lintas etnis di Hindia Belanda.

Signifikansi Spiritual & Dampak Global

Kelahiran sastra Konfusianisme vernakular di Indonesia, mentransformasikan ajaran klasik dari aksara Tionghoa kuno ke dalam bahasa persatuan Nusantara.