Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Didirikan pada tahun 1684 di tepi Sungai Cisadane oleh perkumpulan warga Tionghoa perintis di Tangerang. Nama 'Boen Tek' (Wen De - 文德) merujuk langsung pada ajaran Konfusianisme tentang 'Kebajikan Sastra dan Budi Pekerti Mulia'. Klenteng ini tidak hanya menjadi tempat sembahyang, melainkan balai pendidikan kebajikan, penyantunan fakir miskin, dan pusat pelestarian ajaran moral Nabi Kongzi bagi masyarakat Cina Benteng yang hidup rukun berabad-abad bersama penduduk pribumi.
Direnovasi megah pada tahun 1844 dengan mendatangkan ahli pahat kayu dan arsitektur langsung dari Tiongkok selatan.
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Cagar budaya nasional dan bukti autentik kehadiran institusi keagamaan Khonghucu yang berusia lebih dari tiga abad di tanah Jawa.