Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Menggantikan Dinasti Goryeo yang dilanda korupsi monastik, para cendekiawan reformis (Sadaebu) di bawah pimpinan Jeong Do-jeon merancang cetak biru sebuah negara Konfusian murni. Mereka menetapkan kebijakan 'Sungyu Eokbul' (Memuliakan Konfusianisme, membatasi biara) dan merancang ibukota baru Hanyang (kini Seoul) berdasarkan tata arsitektur kesusilaan Li.
Pintu gerbang ibukota dan istana diberi nama berdasarkan kebajikan pokok: Heunginjimun (Gerbang Kebajikan Ren) dan Sungnyemun (Gerbang Kesusilaan Li).
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Terwujudnya negara Konfusian paling ortodoks, berdedikasi, dan bertahan lama (518 tahun) dalam sejarah peradaban dunia.