Dinasti Tang, Song, Ming, dan Qing Ajaran Moral & Falsafah 805 M ๐Ÿ“ Ibukota Tang (Chang'an)

Cendekiawan Han Yu Membela Kemurnian Dao Kongzi (Yuan Dao) (805 M)

Pelopor kebangkitan Neo-Konfusianisme: Han Yu menulis esai legendaris 'Yuan Dao' untuk memulihkan Jalan Suci kebajikan kemanusiaan.

Cendekiawan Han Yu Membela Kemurnian Dao Kongzi (Yuan Dao) (805 M)
Han Yu Mempelopori Gerakan Prosa Kuno dan Kebangkitan Kembali Tradisi Suci Dao
โ€œ

โ€”

Latar Belakang & Kronologi Sejarah

Di tengah dominasi biara Taoisme dan Buddhisme esoterik yang menarik banyak elite istana meninggalkan urusan keluarga dan negara, sastrawan besar Han Yu tampil berani. Beliau menulis risalah 'Yuan Dao' (Menelusuri Sumber Jalan Suci), mengartikulasikan kembali mata rantai pewarisan moral ortodoks dari Raja Yao, Shun, Yu, Tang, Wen, Wu, Pangeran Zhou, hingga Kongzi dan Mengzi.

Han Yu bahkan mempertaruhkan nyawanya dengan mengajukan petisi 'Lun Fo Gu Biao' memprotes pemujaan relikui tulang Buddha oleh kaisar, hingga nyaris dihukum mati dan diasingkan ke Chaozhou.

Signifikansi Spiritual & Dampak Global

Pemicu utama kebangkitan intelektual yang melahirkan Renaisans Neo-Konfusianisme pada era Dinasti Song.