Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Demi mencegah pemalsuan dan perubahan naskah suci oleh para sarjana korup, cendekiawan legendaris Cai Yong mengusulkan pembuatan edisi batu baku. Selama delapan tahun, lebih dari 200.000 aksara dari Tujuh Kitab Klasik dipahat di atas 46 lempeng prasasti batu setinggi 3 meter di luar gerbang Universitas Taixue di Luoyang.
Catatan sejarah mencatat: saat prasasti selesai didirikan, lebih dari 1.000 kereta sarjana setiap hari datang menyalin dan membaca, hingga memenuhi dan memacetkan jalanan kota Luoyang.
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Monumentalisasi teks suci pertama di dunia yang menjamin integritas naskah dan keterbukaan informasi literatur bagi seluruh publik.