Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Mengzi membuktikan bahwa fitrah manusia cenderung pada kebajikan sebagaimana air mengalir ke tempat rendah. Jika ada seorang anak kecil yang tiba-tiba hendak merangkak jatuh ke dalam sumur, siapa pun yang melihatnya seketika timbul rasa cemas dan iba, bukan karena ingin dipuji orang tua anak itu, melainkan dorongan murni hati nurani.
Beliau merumuskan 'Empat Benih' (Si Duan): rasa iba adalah benih Ren (Cinta Kasih); rasa malu dan benci nista adalah benih Yi (Kebenaran); rasa hormat dan rendah hati adalah benih Li (Kesusilaan); serta rasa benar dan salah adalah benih Zhi (Kebijaksanaan).
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Landasan optimisme etika dan pedagogi Khonghucu: pendidikan bukan menanamkan doktrin asing dari luar, melainkan merawat benih kebaikan fitri yang sudah ada.