Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Suatu hari Mengzi kecil pulang lebih cepat dari sekolah karena malas dan membolos. Sang ibu yang sedang menenun kain sutra di alat tenun mengambil pisau lalu memotong kain tenunan tersebut hingga hancur berkeping-keping di depan mata anaknya yang terkejut.
Sang ibu menasihati: 'Engkau melalaikan belajarmu, persis seperti aku merusak kain tenunan ini! Kain ditenun benang demi benang; menuntut ilmu dibangun hari demi hari. Jika berhenti di tengah jalan, engkau hanya akan menjadi orang gagal!'. Menyadari kesalahannya, Mengzi bersujud minta maaf dan sejak itu belajar tekun tanpa henti hingga menjadi nabi besar.
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Teladan pedagogi visual yang tegas dan penuh kasih: keberhasilan karakter dibangun dari ketekunan tanpa putus.