Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Yan Hui hidup dalam kemiskinan bersahaja namun batinnya senantiasa diliputi sukacita belajar. Kematian mendadaknya membuat Kongzi menangis tersedu-sedu melampaui kebiasaannya. Ketika murid lain mengingatkan kesedihannya yang tampak berlebihan, Kongzi menjawab: 'Jika aku tidak meratapi orang ini dengan segenap jiwa, kepada siapa lagi aku harus meratap?'
Kongzi meratap ke langit: 'Aduhai, Langit hendak memusnahkan diriku! Langit hendak memusnahkan diriku!'
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Menampakkan kasih sayang spiritual seorang guru suci yang tak terhingga kepada murid yang paling memahami hakikat batin ajarannya.