Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Sebagai Pemangku Takhta Kekaisaran Jepang era Asuka, Pangeran Shotoku menyusun Jushichijo Kenpo (Konstitusi 17 Pasal). Pasal pertama yang legendaris berbunyi: 'Ichi ni iwaku, wa o motte toutoshi to nashi' (Keharmonisan adalah yang paling luhur, dan ketiadaan amarah adalah yang paling utama), yang bersumber langsung dari Kitab Lunyu.
Pasal 4 menegaskan: 'Para menteri dan pejabat wajib menjadikan Kesusilaan (Li) sebagai landasan memimpin rakyat; jika pemimpin bertindak susila, rakyat akan otomatis patuh dan tertib'.
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Konstitusi berlandaskan etika moral tertua di Jepang yang memadukan ajaran Khonghucu, Shinto, dan Buddha ke dalam tatanan kenegaraan.