Penyebaran di Asia Timur (Korea, Jepang, Vietnam) Ajaran Moral & Falsafah 1568 M 📍 Andong & Seoul (Korea)

Yi Hwang (Toegye) Menyusun Sepuluh Diagram Belajar Orang Suci (1568 M)

Filsuf agung Korea Yi Toegye mempersembahkan mahakarya Seonghak Sipto kepada Raja muda Seonjo, merangkum intisari jalan kesucian batin.

Yi Hwang (Toegye) Menyusun Sepuluh Diagram Belajar Orang Suci (1568 M)
Yi Hwang (Toegye): Sang Guru Agung Penyusun Sepuluh Diagram Belajar Orang Suci
“

—

Latar Belakang & Kronologi Sejarah

Di usia 68 tahun menjelang masa pensiunnya, Mahaguru Yi Hwang (Toegye)—yang dijuluki 'Zhu Xi dari Semenanjung Korea'—mempersembahkan sepuluh diagram ilustratif dan syarahan filosofis (Seonghak Sipto) kepada Raja Seonjo yang baru berusia 17 tahun, agar sang raja memimpin negara dengan hati yang jernih dan penuh rasa hormat khidmat (Gyeong / Jing).

Karyanya menjadi rujukan etika kepemimpinan tertinggi di Korea dan segera diterjemahkan ke Jepang, memberi pengaruh luar biasa terhadap perkembangan Neo-Konfusianisme Mazhab Yamazaki Ansai di era Edo.

Signifikansi Spiritual & Dampak Global

Puncak pencapaian filsafat spekulatif dan etika kebajikan di Asia Timur, diabadikan pada lembaran uang kertas 1.000 Won Korea Selatan.