Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Di usia 68 tahun menjelang masa pensiunnya, Mahaguru Yi Hwang (Toegye)—yang dijuluki 'Zhu Xi dari Semenanjung Korea'—mempersembahkan sepuluh diagram ilustratif dan syarahan filosofis (Seonghak Sipto) kepada Raja Seonjo yang baru berusia 17 tahun, agar sang raja memimpin negara dengan hati yang jernih dan penuh rasa hormat khidmat (Gyeong / Jing).
Karyanya menjadi rujukan etika kepemimpinan tertinggi di Korea dan segera diterjemahkan ke Jepang, memberi pengaruh luar biasa terhadap perkembangan Neo-Konfusianisme Mazhab Yamazaki Ansai di era Edo.
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Puncak pencapaian filsafat spekulatif dan etika kebajikan di Asia Timur, diabadikan pada lembaran uang kertas 1.000 Won Korea Selatan.