Latar Belakang & Kronologi Sejarah
Filsuf Xun Kuang (Xunzi) mengamati bahwa jika dibiarkan tanpa aturan, nafsu hewani manusia akan melahirkan konflik dan keserakahan ('Xing E'). Oleh karena itu, kebajikan bukanlah sesuatu yang muncul otomatis begitu saja, melainkan hasil usaha sadar pembinaan budi pekerti ('Qi Shan Zhe Wei Ye').
Xunzi mengibaratkan pembinaan moral seperti sebatang kayu bengkok yang harus dipanaskan dan diluruskan di atas cetakan, atau pisau tumpul yang harus diasah batu asahan agar tajam.
Signifikansi Spiritual & Dampak Global
Menegaskan peran penting pranata hukum susila (Li), guru, dan pendidikan disiplin dalam membentuk peradaban manusia.